Demam Tifoid
Demam Tifoid
Di RS Tk.III Iskandar Muda |
|||
| No. Dokumen
|
No. Revisi
|
Halaman
1/3 |
|
Prosedur
Tetap |
Tanggal Terbit
|
KEPALA RUMAH SAKIT TK.III ISKANDAR MUDA ETNAN KOLONEL CKM NRP 1910000330460 |
|
Pengertian
|
Demam tifoid adalah penyakit sistematik yang ditandai oleh demam akut akibat infeksi mikroba gram-negatif Salmonella sp. (lebih dari 500 spesies). Salmonella yang banyak dikenal di Klinik adalah Salmonella typhi, S. paratyphi A, B, dan C.
|
||
Tujuan
|
1. Mengatasi gejala
2. Membasmi infeksi salmonella 3. Mencegah komplikasi yang mungkin timbul 4. Mencegah relaps |
||
Kebijakan
|
1. Memberikan antibiotika yang sesuai
2. Mengatasi komplikasi 3. Memberikan terapi suportif dan simtomatik 4. Indikasi Rawat Inap: Penderita demam Tifoid sebaiknya dirawat inap di rumah sakit
|
||
Prosedur |
1. Rawat Umum
a. Tirah baring selama demam masih ada b. Diit TKTP, boleh makanan padat, namun rendah serat. c. Demam sebaiknya cukup dengan kompres dingin saja. d. Jika pasien tampak toksik, diberi hidrokotison dosis 100 mg IV/8 jam e. Dilakukan upaya mencegah dekubitus f. Tulis defekasi penderita dalam curve list tiap hari g. Lapor bila 3 hari penderita tidak buang air besar h. Perhatikan keluhan penderita tentang perut kembung, berak darah |
||
| Prosedur | 2. Obat pilihan :
a. Kloramfenikol 50-100 mg/KgBB selama + 2 mgg. Kontrol jumlah lekosit setiap 5-7 hari b. Amoksisilin 2 dd 2000 mg atau Ampisilin 4 x sehari 1-2 gram (14 hari) c. Kotrimoksasol 2×2 tab (10-14 hari) d. Fluoroquinolone generasi III 300 mg-1 gr/hari ( 5-7 hr) : Ciprofloxacin 2×500 mg, Pefloxacin 1×400 mg, Ofloxacin 1×400 mg e. Ceftriakson 20 mg/KgBB/hari (3-7 hari) f. Pada sepsis/DIC dapat ditambahkan Deksametason 3 mg/KgBB loading g. dose dalam 30 menit diikuti 1 mg/KgBB per 6 jam selama 24-48 jam h. Perforasi usus mungkin perlu pembedahan. i. Hindari pemberian salisilat, laksansia dan lavement (mencegah kemungkinan perdarahan/perforasi) j. Karier (Carrier) diatasi dengan ciprofloxacin, cotrimoksasol, ampisilin dan kolesistektomi. Catat semua tindakan dalam lembar observasi 3. Follow up : a. Observasi harian: hasil terapi (suhu, perubahan fisik, keluhan baru, dsb) b. Evaluasi kemungkinan penyebab lain dari demam c. Evaluasi kemungkinan komplikasi, mis: nyeri perut , nadi cepat, tekanan darah turun, dll d. Bila suhu turun << 5 hari – terapi teruskan e. Bila >5 hari suhu belum turun, tapi cenderung turun – terapi teruskan
|
| Prosedur | f. 2 – 3 hari suhu meningkat – ganti obat intravena
g. 2 – 3 hari tetap suhu tinggi – pertimbangkan pemberian steroid h. Suhu yang tidak segera turun / naik lagi, mungkin :
i. Tidak patuh tirah baring |
| Unit terkait | 1. SMF Penyakit Dalam
2. SMF Bedah 3. Instalasi Patologi Klinik |
