Anak Demam, Haruskah diturunkan??

Posted: March 1, 2011 in Pediatric (I.Anak)
Tags: , , ,

Tiap orang tua pastinya langsung panik apabila anaknya mengalami demam.
Namun, sebuah laporan baru dari American Academy of Pediatrics (AAP) mencoba untuk menghilangkan rasa takut dengan mengingatkan orang tua bahwa demam biasanya hanya respon alami tubuh terhadap penyakit, dan menurunkan demam terkadang hanya memperpanjang proses penyakit tersebut.

Demam juga dapat timbul apabila si Anak sedang mengalami dehidrasi akibat asupan cairan yang kurang, ataupun penyebab lainnya.

AAP merekomendasikan demam hanya diturunkan jika sudah membuat si Anak tak nyaman.

“Tiap orang tua berpikir bahwa jika demam diobati (turun) penyakitnya pun sembuh. Namun, demam bukanlah penyakit tapi hanyalah tanda dari suatu penyakit, dan itu cara tubuh memperlambat kuman berkembang. Demam adalah salah satu cara tubuh Anda untuk menghasilkan lebih banyak sel darah putih. Jika demam turun, anak Anda mungkin memproduksi lebih sedikit sel darah putih untuk melawan infeksi. (Dr. Janice Sullivan, a professor of pediatric clinical care and clinical pharmacology at the University of Louisville School of Medicine and Kosair Children’s Hospital, in Kentucky.)

“Orang tua harus jeli dan tahu, ketika seorang anak demam, itu hanyalah gejala, dan bukan masalah utama. Demam dapat bermanfaat, Jadi orangtua harus benar-benar melihat apa yang menyebabkan demam, bukan demam itu sendiri,” saran Dr Basil Zitelli, seorang dokter anak di Children’s Hospital of Pittsburgh.

Laporan AAP, yang diterbitkan dalam edisi Maret Pediatrics, menunjukkan bahwa alih-alih berfokus pada angka pada termometer, orang tua harus memperhatikan perilaku anak mereka sebagai panduan untuk apakah perlu untuk memberikan obat demam atau tidak.

“Jika anak Anda makan dan minum dengan baik, dan masih mau bermain – meskipun mereka mungkin tidak aktif seperti biasa – mengapa tidak kita biarkan saja mekanisme pertahanan alami bekerja?” kata Zitelli.

Di sisi lain, jika anak Anda tampak lesu dan umumnya tidak nyaman, obat obat demam, seperti acetaminophen/paracetamol (Tylenol) atau ibuprofen (Advil, Motrin) dapat membuat anak Anda merasa sedikit lebih baik. Berikan obat ini seperti yang diarahkan oleh dokter anak Anda, berdasarkan usia anak Anda dan berat badan.

Namun, AAP mengingatkan, bahwa pemberian obat penurun panas tetap beresiko. Kalau dosis tidak tepat, kerusakan hati resikonya. Jangan terpengaruh Iklan, hubungi dokter atau praktisi kesehatan yang mengerti dosis obat2an.

Laporan AAP juga mengingatkan orang tua untuk tidak memberikan aspirin kepada anak-anak, karena penggunaannya telah dikaitkan dengan perkembangan kondisi yang berpotensi mengancam nyawa disebut Reye syndrome. AAP juga mengingatkan terhadap penggunanaan alkohol untuk pendinginan, – terlalu banyak alkohol dapat diserap melalui kulit.

Secara umum, orang tua harus waspada, dan menghubungi dokter jika:
* Seorang bayi di bawah 3 bulan dan dengan demam 100,4 F (380 C) atau di atas.
* Seorang bayi antara 3 dan 6 bulan mengalami demam dari 101,5 F (38,60 C) atau lebih.
* Seorang anak yang lebih tua memiliki demam 103 derajat Fahrenheit (39.40 C) atau lebih tinggi.
* Setiap anak menderita demam disertai dengan kelesuan, sakit kepala, ruam kulit, kesulitan bernapas atau dehidrasi. (Prof. sulivan)

referensi : drugs.com, dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s