Sumpah Dokter Indonesia

Posted: March 22, 2011 in Tak Berkategori
Tags:

Pada Musyawarah kerja Nasinal Etik kedokteran ke-2 yang diselenggarakan di Jakarta 14-16 Desember 1981 oleh Departemen Kesehatan RI telah disepakati beberapa perubahan dan penyempurnaan lafal sumpah dokter, sehubungan dengan berkembangnya bidan kesehatan masyarakat. Lafal sumpah dokter tersebut berbunyi sebagai berikut :

” Demi Allah saya bersumpah/berjanji”, bahwa :

  1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.
  2. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran.
  3. Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter.
  4. Saya akan menjalankan tugas saya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
  5. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai dokter.
  6. Saya akan tidak mempergunakan pengetahuan kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan  perikemanusiaan, sekalipun diancam.
  7. Saya akan senantiasa mengutamakan kesehatan penderita.
  8. Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kesukuan, perbedaan kelamin, politik kepartaian, atau kedudukan sosial dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita.
  9. Saya akan menghormati setiap jidup insani mulai saat pembuahan.
  10. Saya akan memberikan kepada guru-guru dan bekas guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima aksih yang selayaknya.
  11. Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya sendiri ingin diperlakukan.
  12. Saya akan menaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.
  13. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

Tiap pembuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan makhluk insani, baik fisik maupun psikik, tidak boleh diberikan kecuali  untuk kepentingan penderita.

Upaya dokter dalam pelayanan kedokteran ialah menyembuhkan pasien, atau mengurangi penderitaannya dan setidak-tidaknya menggembirakannya, jika harapan untuk sembuh telah tipis. Selain itu harus diperhatikan bahwa penderitaan fisik dengan faktor psikik sangat erat, oleh karena itu pendekatan yang dilakukan seharusnya holistik. Dokter harus mampu mempertebal keyakinan pasien bahwa ia dapat sembuh dan mengalihkan perhatian pasien yang depresi atau cemas ke hal yang memeberi harapan dan menimbulkan optimisme.

Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan atau tehnik baru yang belum teruji kebenarannya.

Penemuan baru atau pengobatan baru yang telah diuji kebenarannya melalui penelitian klinik perlu disebarluaskan melalui presentasi di forum ilmiah atau publikasi di majalah-majalah kedokteran, dengan tujuan memperoleh tanggapan sejawat sebelum dipraktekkan dalam pelayanan kedokteran.

Comments
  1. frank says:

    Hmmm… Syangnya ga diamalkan…😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s